RSS

UPAYA YANG DILAKUKAN UNTUK MEMBENAHI INDONESIA

14 Oct

Banyak orang bertanya mengapa bangsa ini begitu hancur di tengah kehebatan-kehebatan anak negeri yang mulai diakui dunia. Kita pasti merasakan hal itu terjadi pada orang orang yang ada di sekitar kita. Atau malah kebetulan kita lah yang menjadi pemicu masalah kebobrokan di Indonesia ini.

Mengapa bangsa Australia yang ‘leluhurnya’ berasal dari tahanan kriminal Inggris kini mampu masuk 10 negara terbaik untuk tempat tinggal manusia dan memiliki tingkat kriminalitas terendah di dunia? (Kota Melbourne adalah yang terbaik).

Mengapa bangsa Indonesia yang dulu leluhurnya orang orang yang santun, ramah, berbudi pekerti luhur, dan gotong royong, kini masuk dalam kelompok negara gagal dunia, dengan tingkat korupsi nomor 3 dunia dan tingkat kriminalitas yang sangat tinggi serta moral yang sangat rendah?

Ternyata semua itu berawal dari “sistem pendidikan” yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Para pendidik dan guru di Australia lebih khawatir jika anak-anak didik mereka tidak jujur, tidak mau mengantri dengan baik, tidak memiliki rasa empati dan hormat pada orang lain serta etika moral lainnya daripada mereka tidak bisa membaca, menulis dan berhitung.
 
“Guru guru di Australia lebih prihatin jika murid-murid mereka memiliki perilaku moral yang kurang baik daripada memiliki prestasi nilai akademik yang kurang baik”. Mengapa? Karena menurut mereka untuk membuat anak mampu membaca, menulis dan berhitung atau menaikkan nilai akademik, hanya perlu waktu 3-6 bulan saja dengan bimbingan pembelajaran secara intensif. Tapi untuk mendidik perilaku moral seorang anak, dibutuhkan waktu hingga 15 tahun untuk mengajarkannya. Mengajarkan baca tulis dan berhitung bisa kapan saja, bahkan setelah mereka sudah dewasa/tua sekalipun masih bisa dilakukan. Sementara mengajarkan etika dan moral waktunya sangat terbatas, dimulai saat balita dan berakhir saat mereka kuliah. Sedangkan untuk mengubah perilaku moral orang dewasa yang terlanjur rusak, hampir sebagian besar orang tidak mampu melakukannya.
 
Setelah membaca catatan tersebut, memang ada banyak hal yang kita akui itu memang terjadi di Indonesia. Dan semua itu sudah dianggap hal yang umum dilakukan oleh orang dewasa, contohnya adalah menyerobot antrean, mudah emosi dan berselisih dengan tetangga, tidak jujur, dan sering membohongi teman. Seharusnya hal tersebut dihindari karena sedikit banyak hal tersebut ketika dilihat oleh anak kecil, pastilah anak tersebut menganggap hal itu adalah hal yang biasa dilakukan. Tidak ada salahnya memulai menanam benih kebaikan, pengetahuan moral serta etika kepada anak kita, murid kita di sekolah, ataupun anak kecil yang ada di sekitar kita. Kalau kita tidak memulai dari diri sendiri, siapakah yang akan mengubah Indonesia jadi lebih baik. Kita tidak perlu menunggu pemerintah maupun kesadaran orang lain.
 
 
Leave a comment

Posted by on October 14, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: